Apa itu majas? Ada berapa majas dalam Bahasa Indonesia? Let's cek it out :D
Majas : Gaya
bahasa dalam bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu karangan yang
bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran si pengarang.
1.
Majas Alegori : Majas perbandingan yang
memperlihatkan suatu perbandingan yang utuh dan membentuk kesatuan yang
menyeluruh. Contoh : Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
2.
Majas Aliterasi : Majas yang memanfaatkan kata –
kata yang bunyi awalnya sama. Contoh : Inikah Indahnya Impian?
3.
Majas Alusio : Majas yang mepergunakan
peribahasa / kata – kata yang artinya diketahui umum. Contoh : Upacara ini
mengingatkan aku pada proklamasi kemerdekaan tahun 1945
4.
Majas Antanaklasis : Majas yang mengandung
ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. Contoh : Ibu membawa buah
tangan, yaitu buah apel merah
5.
Majas Antiklimaks : Majas yang menyatakan sesuatu
hal berturut – turut yang makin lama makin menurun. Contoh : Para bupati, para
camat, dan para kepala desa
6.
Majas Antilesis : Gaya bahasa yang membandingkan
dua hal yang berlawanan. Contoh : Air susu dibalas air tuba
7.
Majas Antonomasia : Majas yang menyebutkan nama
lain terhadap seseorang yang berdasarkan ciri / sifat menonjol yang
dimilikinya. Contoh : Si pincang, Si jangkung, Si kribo
8.
Majas Asosiasi (Majas Perumpamaan) : Suatu
perbandingan dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh : Bagaikan
harimau pulang kelaparan, seperti menyulam di kain yang lapuk
9.
Majas Elipsis : Majas yang manghilangkan suatu
unsure kalimat. Contoh : Kami ke rumah nenek ( penghilangan predikat pergi )
10.
Majas Eufemisme : Majas yang menggunakan kata –
kata/ungkapan halus/sopan. Contoh : Para tunakarya itu perlu diperhatikan
11.
Majas Hiperbola : Suatu gaya bahasa yang
bersifat melebih – lebihkan. Contoh : Ibu terkejut setengah mati, ketika
mendengar anaknya kecelakaan
12.
Majas Inversi : Majas yang dinyatakan oleh
pangubahan suatu kalimat. Contoh : Aku dan dia telah bertemu > Telah
bertemu, aku dan dia
13.
Majas Ironi : Gaya bahasa yang bersifat
menyindir dengan halus. Contoh : Bagus sekali tulisanmu, sampai – sampai tidak
bisa dibaca
14.
Majas Kiasmus : Majas yang berisi perulangan dan
sekaligus mengandung inverse. Contoh : Mereka yang kaya merasa miskin, dan yang
miskin merasa kaya
15.
Majas Klimaks : Majas yang menyatakan beberapa
hal berturut – turut yang makin lama makin mendebat. Contoh : Semua anak –
anak, remaja, dewasa, orang tua dan kakek
16.
Majas Litotes : Majas yang digunakan untuk
mengecilkan kenyataan dengan tujuan untuk merendahkan hati. Contoh : Mampirlah
ke gubuk saya ( Padahal rumahnya besar dan mewah )
17.
Majas Metafora : Gabungan dua hal yang berbeda
yang dapat membentuk suatu pengertian baru. Contoh : Raja siang, kambing hitam
18.
Majas Metonimia : Majas yang memakai merek suatu
barang. Contoh : Kami ke rumah nenek naik kijang
19.
Majas Oksimoron : Majas yang antarbagiannya
menyatakan sesuatu yang bertentangan. Contoh: Cinta membuatnya bahagia, tetapi
juga membuatnya menangis
20.
Majas Paradoks Adalah gaya bahasa yang
mengemukakan hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya tidak karena
objek yang dikemukakan berbeda. Contoh : Dia besar tetapi nyalinya kecil.
21.
Majas Paralelisme : Majas perulangan sebagaimana
halnya repetisi, disusun dalam baris yang berbeda. Contoh : Hati ini biru Hati
ini lagu Hati ini debu
22.
Majas Personifikasi : Majas yang melukiskan
suatu benda dengan memberikan sifat – sifat manusia kepada benda, sehingga
benda mati seolah-olah hidup. Contoh : Awan menari–nari di angkasa, baru saja
berjalan 8 km mobilnya sudah batuk – batuk
23.
Majas Pleonasme : Majas yang menggunakan kata –
kata secara berlebihan dengan maksud untuk menegaskan arti suatu kata. Contoh :
Mari naik ke atas agar dapat melihat pemandangan
24.
Majas Repetisi : Majas perulangan kata – kata
sebagai penegasan. Contoh : Selamat tinggal pacarku, selamat tinggal kekasihku
25.
Majas Retoris : Majas yang berupa kalimat tanya
yang jawabanya sudah diketahui. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup?
26.
Majas Simbolik : Majas perbandingan yang
melukiskan sesuatu dengan membandingkan dengan benda – benda lain. Contoh : Dia
menjadi lintah darat
27.
Majas Sinisme : Majas yang menyatakan sindiran
secara langsung. Contoh : Perilakumu membuatku kesal
28.
Majas Tautologi : Majas yang melukiskan sesuatu
dengan mempergunakan kata – kata yang sama artinya ( bersinonim ) untuk
mempertegas arti. Contoh : Saya khawatir dan was – was dengannya
Nah itu dia beberapa dari jenis majas yang ada. Sebenarnya masih banyak
lagi, tapi biasanya hanya majas di atas yang paling sering keluar di soal.
Selamat belajar :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar